dana bos

pendidikan.bengkuluekspress.com

Program penunjang wajib belajar 12 tahun akan mulai berjalan efektif tahun depan. Untuk menunjang hal tersebut diantara caranya adalah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyalurkan Rp 9,8 triliun dana bantuan operasional sekolah menengah (BOS-SM).
Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, seluruh dana BOS-SM periode 2013 meningkat cukup signifikan dibanding tahun ini. Tahun ini dana BOS-SM hanya sekitar Rp 1 triliun saja, karena sifatnya masih rintisan.

Untuk urusan pencairan, dana BOS-SM ini akan dikucurkan mirip dengan dana BOS SD dan SMP. Yaitu dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi lalu ke sekolah atau satuan pendidikan penerima.
Pada tahun depan anggaran dana BOS-SM naik karena jumlah penerima dan satuan harganya naik. Tahun depan dana BOS-SM dikucurkan untuk sekitar 9,8 juta siswa SMA, SMK, dan MA  negeri maupun swasta.

Alokasi dana BOS-SM tadi ditetapkan sebesar Rp 1 juta per siswa per tahun. Penetapan harga satuan ini sudah setara dengan sekitar 70 persen kebutuhan operasional siswa sesungguhnya, jika kebutuhan operasional rata-rata siswa SMA sederajat adalah Rp 1,5 juta per tahun.
Dengan adanya dana BOS-SM ini sudah seharusnya SPP untuk sekolah menengah akan terkoreksi ditahun depan, apalagi jika sekolah menengah tersebut menetepakan besar SPP yang lebih kecil dari dana BOS-SM per tahunnya.

 

Peruntukkan dana BOS SM

Panduan penggunaan dana R-BOS SM, yaitu dari sisi penerimaan (revenue) dialokasikan untuk membebaskan (fee waive) dan/atau membantu (discount fee) tagihan biaya sekolah bagi siswa miskin. Sedangkan dari sisi pengeluaran (expenditure), sekolah dapat menggunakan dana untuk
biaya operasional sekolah non personalia (Permendiknas No. 69 Tahun 2009) yang bertujuan untuk peningkatkan mutu sekolah antara lain:
1. Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran;
2. Pembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran;
3. Penggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian;
4. Pembelian alat dan bahan habis pakai seperti: bahan praktikum;
5. Biaya pembinaan siswa/ekstrakulikuler seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Karya Ilmiah Remaja (KIR) olah raga, kesenian, lomba bidang akademik, dan pembinaan keagamaan.
6. Biaya uji kompetensi bagi siswa SMK yang akan lulus;
7. Biaya praktek kerja industri untuk siswa SMK;
8. Biaya pemeliharaan dan perbaikan ringan sarana prasarana sekolah;
9. Biaya daya dan jasa sekolah seperti internet, listrik, dan telepon, air;
10. Biaya penyusunan dan pengiriman laporan;
11. Penggandaan formulir penerimaan siswa baru.

Khusus untuk SMK, penggunaan dana Rintisan BOS SM diprioritaskan untuk peruntukkan pada butir 3,4 dan 5 diatas serta pembelian alat ringan (hand tools) dan bahan praktek.

____________

sumber: http://dikmen.kemdiknas.go.id/bantuansmk/RBOS.pdf

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site