Cara Kerja Termometer

February 18, 2011

 kalibrasi termometer celcius

Ada berbagai jenis termometer. Kebanyakan dari kita sudah mengetahui bahwa termometer terdiri dari tabung gelas (kaca) yang diisi cairan jenis tertentu dalam kolom gelas yang sempit. Termometer tua jenis ini digunakan merkuri cair. Termometer cair didasarkan pada prinsip ekspansi termal. Ketika suatu zat lebih panas, maka akan mengembang ke volume yang lebih besar. Hampir semua zat akan berperilaku ekspansi termal. Ini adalah dasar dari desain dan operasi termometer.

Peningkatan volume terjadi karena perubahan ketinggian cairan di dalam kolom. Peningkatan volume dengan  ketinggian kolom cairan sebanding dengan peningkatan suhu. Misalkan kenaikan suhu 10 derajat menyebabkan kenaikan 1 cm kolom itu. Kemudian suhu meningkat 20 derajat akan menyebabkan kenaikan 2 cm kolom itu. Dan peningkatan suhu 30 derajat akan menyebabkan kenaikan 3-cm kolom itu. Hubungan antara suhu dan tinggi kolom adalah linier selama rentang suhu yang kecil yang digunakan termometer. Hubungan linier membuat tugas kalibrasi termometer relatif mudah.

Kalibrasi dari alat ukur melibatkan penempatan divisi atau tanda pada alat untuk mengukur kuantitas akurat dibandingkan dengan standar yang sudah dikenal. Setiap alat ukur, bahkan tongkat meter, harus dikalibrasi. Misalnya, tongkat meter biasanya memiliki tanda setiap 1-cm atau setiap 1-mm terpisah. Tanda ini harus akurat ditempatkan dan ketepatan penempatan mereka hanya dapat dinilai ketika membandingkan ke objek lain diketahui memiliki panjang akurat.

Sebuah termometer dikalibrasi dengan menggunakan dua objek suhu yang dikenal. Proses melibatkan penggunaan titik beku dan titik didih air. Air diketahui membeku pada 0°C dan mendidih pada 100°C pada tekanan atmosfir 1 atm. Dengan menempatkan termometer dalam campuran air es dan memungkinkan termometer cairan untuk mencapai ketinggian yang stabil, tanda 0 derajat dapat ditempatkan pada termometer. Demikian pula, dengan menempatkan termometer dalam air mendidih (pada tekanan 1 atm) dan memungkinkan tingkat cairan untuk mencapai ketinggian yang stabil, tanda 100 derajat dapat ditempatkan pada termometer.

———————-

Pristiadi Utomo, 2007. Fisika Interaktif untuk SMA kelas X, ditulis . Jakarta: Azka Press.

Marteen Kanginan. 2010. Fisika SMA kelas X. Jakarta: Erlangga

RinawanAbadi, dkk. 2009. Buku Panduan Pendidik Fisika untuk SMA/MA untuk kelas X. Klaten: Intan Pariwara.

Share on Facebook

Comments are closed.

Previous Post
«

Switch to our mobile site